Thomas J.Watson
Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman,tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang



Henry Ford
Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa

Alexander Graham Bell
Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan

Bhagavad Gita
Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia

Jack Trout
Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pintar

Thomas Stanley
Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat

Albert Einstein
Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan

Walt Disney
Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya

Eleanor Roosevelt
Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka

Peter F. Drucker
Cara terbaik meramalkan masa depan Anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri

Mahatma Gandhi
Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di dunia

Peter F. Drucker
Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani

George S. Patton
Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan. Setiap perawan tua sepakat dengan saya

Jack Trout
Tidak seorang pun akan mengikuti Anda jika Anda tidak tahu kemana harus melangkah

Promod Brata
Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda

E.Nightingale
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan,dalam situasi apapun

Henry Ford
Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan

Henry Ford
Apabila kita takut gagal,itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita

Andrew Carnegie
Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda

Robyn Allan
Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba

Bill Clinton
Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan

Henry James
Anda takkan tahu apa yang tak dapat Anda lakukan, sampai Anda mencobanya

Eugenio Barba
Kegagalan hanya situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam makna positif. Ingat, Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia

Thomas A.Edison
Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses tapi sayangnya, mereka kemudian menyerah

Charles Noble
Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek

Robert J.Lumsden
Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan Anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah Anda buat bahagia

Schopenhauer

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. ( Andrew Jackson )

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. (Einstein)

Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.

Lidah anda yang menentukan siapa anda.

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya.

Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan.
Kegiatan di sekolah bisa menjadi salah satu topik untuk meningkatkan komunikasi orangtua dengan anak. orangtua menjadi tahu apa yang dikerjakan anaknya selama di sekolah, berdasarkan cerita si anak. sebaliknya anak pun terpacu untuk lebih aktif di sekolah. anak akan merasa bangga bisa bercerita panjang lebar kepada orangtuanya. orangtua pun kemudian bisa memahami apa yang disukai dan tidak disukai anaknya, atau kekurangan dan kelebihannya. diskusi ringan tentang suasana kelas anak, misalnya, bukan hanya membuahkan keakraban tetapi juga mempunyai pengaruh positif terhadap pendidikan anak. (Chris Pudjiastuti)


Mendidik dan membesarkan anak agar menjadi manusia berguna adalah tanggung jawab orangtua. namun untuk menjadi orangtua dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. banyak orangtua tidak bisa mengerti anaknya dan banyak juga anak yang tidak mengerti orangtuanya. akibatnya hubungan orangtua-anak menjadi renggang dan muncul konflik. menghadapi situasi seperti itu, orangtua sering menggunakan prerogatifnya. orangtua merasa tindakannya benar karena semua itu dilakukan demi kebaikan anak. yang terjadi selanjutnya justru anak makin jauh dari orangtua. komunikasi terputus, anak tega membohongi orangtua, atau bahkan melarikan diri dari orangtua. (F.X. Puniman)



Seringkali dalam kelaurga, setiap anak mempunyai nama panggilan atau dipanggil berdasarkan kebiasaanya semasa kecil. misalnya, anak itu tak suka makan hingga tubuhnya kurus, lalu oleh keluarganya dipanggil “Si ceking”. julukan-julukan semasa kecil itu tak jarang berkembang terus mengikuti pertumbuhan si anak. pemberian predikat itu tidak dimaksudkan buruk, justru untuk menunjukkan rasa sayang orangtua dan menerima anak apa adanya dia.

tanpa disadari pemberian “label” semacam itu bisa mempengaruhi perkembangan si anak. “Label” itu bisa mempengaruhi citra anak terhadap dirinya sendiri. si pemalu, misalnya, akan sulit mengembangkan dirinya menjadi si pemberani karena “cap” malu yang menempel pada dirinya tanpa disadari terus mempengaruhi pandangan si anak terhadap dirinya sendiri.



orangtua kerap tak terpikir pemberian “label” itu hanya memfokuskan pada satu sisi yang menonjol dari sisi anak, sisi itu bisa berkonotasi negatif maupun positif. kadang “label” untuk anak diambil dari kesamaan karakteristiknya dengan seseorang. misalnya si anak yang keras kepala dinyatakan sama dengan neneknya yang juga bersifat sama. hal semacam itu bisa mengakibatkan anak “keterusan” mengikuti jejak karakternya sendiri, toh oranglain sudah “mencapnya”.

ada kalanya si anak merasa bersalah ketika label yang melekat padanya ternyata tak sesuai lagi. contohnya: dika semula senang main bola basket. ayahnya bangga dengan kemampuannya dan mencapnya sebagai fotokopi ayahnya. ketika minatnya beralih ke catur dan membaca, dika melakukannya secara diam-diam karena khawatir hobi barunya membuat ayahnya tidak senang.

cap yang diberikan ke anak juga bisa membuat si anak menjadi terbelenggu dengan cap itu. seorang anak yang dikenal sebagai si murah senyum bingung mengekspresikan rasa marahnya. si anak kemudian benci terhadap cap yang diberikan kepadanya. ia jadi merasa frustasi dan membenci dirinya sendiri.

untuk menghindari pemberian cap yang bisa berpengaruh buruk pada perkembangan anak, sebaiknya orangtua menegur anaknya ketika si anak melakukan sesuatu yang negatif, dan memujinya saat ia berbuat baik. pilihlah kata-kata yang memotivasi anak untuk tidak melakukan lagi kebiasaan buruknya itu.

Anak yang banyak mengajukan pertanyaan cenderung lebih cerdas dibanding yang sebaliknya. kenyataan ini merupakan salah satu temuan lapangan menarik dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh UKSW salatiga. dalam penelitian tersebut juga ditemukan bukti bahwa anak yang banyak mengajukan permintaan dan bahkan suka “mengganggu” orangtuanya cenderung lebih cerdas daripada anak yang pasif. ini adalah sebuah contoh yang menunjukkan banyak sedikitnya interaksi antara anak dengan orangtua atau dengan orang dewasa lainnya akan menentukan perkembangan kecerdasan anak.


untuk mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual anak digunakan dua macam alat tes. yaitu tes yang berlatar belakang teoritis aliran geneva dan yang berlatar belakang teori perkembangan anak alira harvard school. temuan penting diperoleh sehubungan dengan pola interaksi antara anak dengan orangtua maupun orang dewasa lain. bentuk interaksi yang dimaksudkan antara lain bermain bersama anak, memberi kesempatan dan mendorong anak untuk melakukan pekerjaan tertentuk di sekitar rumah dan mendorong atau merangsang anak untuk lebih banyak bertanya. tampaknya interaksi verbal merupakan bentuk yang sangat penting dan bermanfaat terutama dalam usaha mendorong anak bertanya. tentu saja hambatan utama yang dikemukakan adalah apabila kedua orangtua bekerja di luar rumah cukup lama dalam kesehariannya.
penelitian ini juga menggambarkan bahwa anak yang mendapatkan “hukum verbal” (berupa nasihat atau teguran) cenderung memperoleh hasil yang baik pada tes kognitif. bahkan anak yang lebih sering “mengganggu” orangtua juga cenderung mencapai nilai yang lebih tinggi pada tes kognitif. hal ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi antara anak-orangtua.
dari sini bisa dipetik pelajaran tentang pentingnya interaksi antara anak dengan orang dewasa, khususnya orangtua, untuk perkembangan anak. sarana yang dibutuhkan tidak mahal, bahkan sangat sederhana dan dapat diperoleh di semua lingkungan kota maupun desa.(A. Gultom, Budi Susilo, M. Shelly)

Menjadi orangtua memang bukan pekerjaan mudah. seperti dikatakan oleh seorang ibu dari anak berusia 14 tahun, “Saya mengatakan kepada anak saya bahwa saya tak pernah di didik untuk menjadi orangtua, karena itu sangat mungkin saya membuat kesalahan.” dengan berbicara ini, ia berharap si anak secepatnya memberitahu dia manakala ia berbuat kekeliruan. “Tolong beritahu kalau ibu melakukan kesalahan, percayalah ibu tak marah. dengan begitu ibu tahu apa yang sebenarnya ada dalam benakmu dan apa yang kau inginkan,” begitu jelasnya.
banyak orangtua melakukan kesalahan, sebaik apapun orangtua itu. Jack Shonkoff, seorang peneliti di Pusat kesehatan Massachusetts, AS, menemukan rata-rata orangtua yang baik melakukan 10 kesalahan sehari.



1. kesalahan umum
Disadari atau tidak, orangtua banyak melakukan kesalahan. antara lain mereka sering tidak sabar dalam menghadapi
anak, menaruh harapan tinggi terhadap anak atau sebaliknya terlalu rendah menaruh harapan, tidak menjadi pendengar
yang baik dan tidak konsisten dalam menerapkan disiplin, membiarkan anak terlalu banyak menonton televisi,
membolehkan mereka makan prmen banyak-banyak daan terlalu melindungi anak (overprotective).
2. Minta maaf
kalau kebetulan merasa melakukan kesalahan, orangtua hendaknya tidak segan minta maaf kepada anak. sekecil
apapun kesalahan yang dilakukan orangtua kadang bisa menimbulkan “bekas”. dengan meminta maaf, orangtua tidak
lagi menyimpan beban dalam hatinya. tindakan ini lebih penting artinya untuk orangtua itu sendiri, dibandingkan dengan
manfaatnya untuk mendidik anak berbuat serupa. dengan perkataan maaf ini, persoalan menjadi jelas dan tidak
meninggalkan prasangka-prasangka buruk bagi si anak.
sering terjadi orangtua memukul anak tanpa sebab jelas, hanya karena kebetulan saat itu orangtua sedang tertimpa
masalah. atau bisa juga dalam bentuk bentakan-bentakan.sangat penting pemahanan pada anak bahwa setiap manusia
bisa marah, namun bukan berarti tidak mencintainya lagi. “Kebanyakan orang dewasa berpikir bahwa jika seseorang
marah, artinya orang itu akan meninggalkannya. padahal perasaan sayang dan marah itu bukan sesuatu yang harus
dipertentangkan. marah bisa jadi merupakan bagian dari perasaan menyayangi. menghadapi orang yang sedang marah,
harus diakui merupakan hal yang tak mudah. apalagi karena selalu ditanamkan bahwa emosi negatif harus dihindari.
karena itu kondisi-kondisi marah, sedih atau frustasi seringkali tidak di tolelir. padahal perasaan demikian normal dan
bisa menghingapi siapa saja, dari mulai orangtua, remaja dan bahkan anak-anak.
celakanya, acapkali orangtua merasa terganggu jika anaknya uring-uringan. mereka seakan-akan tidak memberi
kesempatan kepada anak untuk memiliki perasaan-perasaan negatif. menjadi orangtua memang dituntut untuk
menyadari begitu banyak hal yang kadang membuat jengkel, merasa tidak aman, serta merasa bersalah.
Orangtua bijak pun sering lakukan kesalahan

Posted 25/04/2011 by enitb in Artikel Keluarga. Leave a Comment


Menjadi orangtua memang bukan pekerjaan mudah. seperti dikatakan oleh seorang ibu dari anak berusia 14 tahun, “Saya mengatakan kepada anak saya bahwa saya tak pernah di didik untuk menjadi orangtua, karena itu sangat mungkin saya membuat kesalahan.” dengan berbicara ini, ia berharap si anak secepatnya memberitahu dia manakala ia berbuat kekeliruan. “Tolong beritahu kalau ibu melakukan kesalahan, percayalah ibu tak marah. dengan begitu ibu tahu apa yang sebenarnya ada dalam benakmu dan apa yang kau inginkan,” begitu jelasnya.
banyak orangtua melakukan kesalahan, sebaik apapun orangtua itu. Jack Shonkoff, seorang peneliti di Pusat kesehatan Massachusetts, AS, menemukan rata-rata orangtua yang baik melakukan 10 kesalahan sehari.
1. kesalahan umum
Disadari atau tidak, orangtua banyak melakukan kesalahan. antara lain mereka sering tidak sabar dalam menghadapi
anak, menaruh harapan tinggi terhadap anak atau sebaliknya terlalu rendah menaruh harapan, tidak menjadi pendengar
yang baik dan tidak konsisten dalam menerapkan disiplin, membiarkan anak terlalu banyak menonton televisi,
membolehkan mereka makan prmen banyak-banyak daan terlalu melindungi anak (overprotective).
2. Minta maaf
kalau kebetulan merasa melakukan kesalahan, orangtua hendaknya tidak segan minta maaf kepada anak. sekecil
apapun kesalahan yang dilakukan orangtua kadang bisa menimbulkan “bekas”. dengan meminta maaf, orangtua tidak
lagi menyimpan beban dalam hatinya. tindakan ini lebih penting artinya untuk orangtua itu sendiri, dibandingkan dengan
manfaatnya untuk mendidik anak berbuat serupa. dengan perkataan maaf ini, persoalan menjadi jelas dan tidak
meninggalkan prasangka-prasangka buruk bagi si anak.
sering terjadi orangtua memukul anak tanpa sebab jelas, hanya karena kebetulan saat itu orangtua sedang tertimpa
masalah. atau bisa juga dalam bentuk bentakan-bentakan.sangat penting pemahanan pada anak bahwa setiap manusia
bisa marah, namun bukan berarti tidak mencintainya lagi. “Kebanyakan orang dewasa berpikir bahwa jika seseorang
marah, artinya orang itu akan meninggalkannya. padahal perasaan sayang dan marah itu bukan sesuatu yang harus
dipertentangkan. marah bisa jadi merupakan bagian dari perasaan menyayangi. menghadapi orang yang sedang marah,
harus diakui merupakan hal yang tak mudah. apalagi karena selalu ditanamkan bahwa emosi negatif harus dihindari.
karena itu kondisi-kondisi marah, sedih atau frustasi seringkali tidak di tolelir. padahal perasaan demikian normal dan
bisa menghingapi siapa saja, dari mulai orangtua, remaja dan bahkan anak-anak.
celakanya, acapkali orangtua merasa terganggu jika anaknya uring-uringan. mereka seakan-akan tidak memberi
kesempatan kepada anak untuk memiliki perasaan-perasaan negatif. menjadi orangtua memang dituntut untuk
menyadari begitu banyak hal yang kadang membuat jengkel, merasa tidak aman, serta merasa bersalah.






Apakah anda orang yang malas senyum? Kalau jawabannya: Ya, lalu perhatikan anak-anak anda. Sebuah riset mengatakan, anak-anak khususnya yang masih sangat muda, bercermin pada ekspresi wajah anda. Jadi semakin banyak anda tersenyum, lebih mudha pula anak anda tersenyum serta mendapat perasaan yang lebih menggembirakan.
Senyum adalah satu dari banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadi orangtua yang lebih baik. Banyak pekerjaan yang mesti dilakukan orangtua, mulai dari urusan rumah sampai kantor, juga urusan sosial. Rangkaian kegiatan itu membuat orang kadang-kadang hidup dalam ketegangan dan merasa kehabisan waktu. Akibatnya orangtua sering lupa merespon cerita anak secara menyenangkan. Padahal, senyum sederhana sekalipun bisa melepaskan ketegangan dan segera meningkatkan kegembiraan anda. Kendati anda tidak ingin tersenyum, para ilmuwan menganjurkan, jangan segan-segan memaksa bibir anda untuk tersenyum, karena hal ini akan meningkatkan semangat anda.
Mempunyai anak kecil kadang memang membuat anda jadi tak sabar, terutama kalau mereka membandel, melanggar aturan yang anda berikan. Misalnya, sudah dipesan berulang kali, masih saja si kecil melanggar pesan anda. Ada seorang ibu mempunyai cara menarik untuk mengatasi kekesalannya. Kebetulan kejadiannya di rumah, sehingga dia bisa pergi ke lemari es, mencuci muka dengan es-es itu. “Es yang dingin itu ternyata mendinginkan hati saya juga. Dan itu mengingatkan saya agar tidak bertengkar dengan anak saya,“ katanya.
1. Malas-malasan bersama
Sudah lazim seluruh anggota keluarga berkumpul bersama di rumah. Paling tidak pada hari libur akhir pekan, ketika anak tidak ke sekolah dan orangtua tidak harus pergi ke tempat kerja. Namun banyak keluarga yang asik pada pekerjaan atau kesukaan masing-masing. Di hari libur itu si ibu mungkin melampiaskan waktu luangnya dengan membaca majalah atau buku, suaminya utak-atik kendaraan, sedang anak mendapat kelonggaran main game atau nonton film sepuasnya. Pendeknya mereka semua berada dalam satu atap tetapi sebenarnya masing-masing ada di “dunia” berbeda.
Waktu kebersamaan yang tak terstruktur mungkin merupakan hadiah berharga yang bisa anda berikan buat buah hati anda. Tak ada salahnya sekali atau dua kali dalam seminggu anda mencari waktu luang satu atau dua jam bersama seluruh anggota keluarga. Abaikan sejenak aktivitas lain. Kalau perlu tunda waktu mandi atau bersih-bersih badan. Ajak anak-anak berkumpul ke tempat tidur anda, santai atau bermalas-malasanlah bersama. Tentu tidak dalam arti untuk tidur lagi setelah bangun pagi karena hal itu bukan tujuannya, tetapi kebersamaan seperti inilah yang diharapkan bisa membangun keakraban secara lebih efektif. Malas-malasan bersama ini tidak mesti dilakukan di kamar atau di tempat tidur, tetapi juga bisa dilakukan di ruang keluarga.
Jika anak anda masih balita, kesempatan ini sekaligus juga bisa digunakan untuk “melihat dunia melalui mata mereka”. Biarkan si kecil bercerita apa saja menurut versi anak-anak. Ini akan memperkokoh perasaannya bahwa perasaan dan pikiran mereka dihargai.
Satu hal yang perlu dijaga, bertahan untuk tidak menggurui, memperbaiki atau memotong-motong cerita mereka. Dengarkan saja, mungkin di luar dugaan dari cerita mereka anda bisa mengetahui perasaan-perasaan yang ada dalam diri mereka, juga pandangan mereka tentang hal tertentu. Tidak setiap kali anda bisa mengungkap itu, Cuma sekali waktu dan anda pasti mendapatkannya tanpa terduga.
2. Sentuhan
Banyak orang dewasa yang menganggap sepele komunikasi lewat sentuhan fisik. Malah orang lupa bagaimana kuatnya gerakan-gerakan fisik sederhana dalam mengekspresikan perasaan cinta.
Ciuman atau belaian singkat sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak sebelum mereka berangkat ke sekolah, karena memberikan rasa aman. Meski demikian, anda perlu sensitif untuk melakukannya. Salah-salah anak anda merasa malu atau tak nyaman dengan cara anda mengekpresikan cinta. Makanya, sebaiknya anda mengetahui persis bagaimana bentuk sentuhan yang paling efektif buat anak anda.
Jangan sepelekan manfaat mendongeng buat anak-anak. Sesibuk apapun orangtua, tugas ini hendaknya tidak diabaikan. Alasan tak punya waktu jangan dipakai untuk tidak mendongeng untuk anak. Apalagi dongeng bisa dilakukan sambil tidur-tiduran.
Mengapa anda perlu “memberi makan” anak-anak dengan dongeng? Karena cerita secara tidak langsung mengajarkan kehidupan. Bahkan sebuah penelitian menemukan irama, ritme dan tekanan suara memberi ketenangan pada anak serta membantu membebaskan dari rasa takut.

Prinsip pendidikan seksualitas pad anak sebenarnya adalah membuat seorang anak tahu benar tentang jenis kelaminnya, paham bahwa perasaan seksual adalah bagian hidup yang menyenangkan, bisa mengembangkan kontrol terhadap diri sendiri dan memberikan penilaian yang tepat tentang suatu tindakan yang terkait dengan urusan seksualitas.
Sedang belajar


Dalam hal bermain dokter-dokteran, misalnya, jangan khawatir bahwa mereka sedang melakukan hal-hal erotis. Apa yang mereka lakukan lebih bersifat ingin mencari tahu seperti apa bentuk tubuh manusia, berikut bagian-bagiannya. Meski tak perlu risau, tetaplah waspada agar apa yang mereka lakukan memang benar-benar sebatas ingin tahu, bukan menjadikan yang satu sebagai “korban” yang lain. Karena itu perhatikan perbedaan usia di antara mereka. Jika yang satu jauh lebih tua lebih baik hentikan perbuatan mereka. Apalagi, kalau anda melihat salah satu tengah mencoba memasukkan sebuah benda ke lubang tubuh temannya. Pada saat itu, ingatkan mereka bahwa tubuh itu lunak, sehingga bisa membuatnya terluka jika memasukkan sesuatu ke dalamnya. Ini juga saat yang tepat untuk memberi tahu anak bahwa tubuh mereka adalah sesuatu yang bersifat amat pribadi. “Hanya kamu sendiri yang berhak untuk menyentuh tubuh kamu di tempat khusus, bukan di tempat umum.” Begitu kira-kira yang bisa dituturkan pada anak. Tetapi, urusan memegang dan menyentuh bagian tubuh sendiri ternyata juga masih sering membuat orangtua terganggu. Acap kali, orangtua segera menghardik anaknya, jika ketahuan tengah memegang-megang alat vitalnya. Hindari cara seperti ini, karena umumnya anak malah akan bereaksi defensif. Belakangan, ia malah sering diam-diam melanggar larangan dan semakin asyik melakukannya.


Pertanyaan anak tentang Tuhan tentu cukup membingungkan orangtua untuk menjawabnya. Terlebih bila pertanyaan itu berasal dari anak yang lebih besar yang sudah menuntut penjelasan logis dan meminta bukti. Pada anak balita, keingintahuan itu belum membutuhkan penjelasan serius karena mereka belum mampu berpikir secara abstrak. Mereka hanya minta pertanyaannya ditanggapi. Sehingga bila mereka bertanya tentang keberadaan Tuhan, orangtua bisa menjawabnya dengan mengatakan karena Tuhan itu sangat sempurna, maka tidak ada contohnya. Orangtua lalu bisa menunjukkan keberadaan Tuhan dengan menunjukkan karya Tuhan, seperti tanaman, binatang, manusia, batu, awan, langit dan sebagainya. Di sini orangtua dapat menekankan sifat baik dari Tuhan, supaya anak punya konsep positif tentang Tuhan. Sebaliknya bila sejak dini anak sudah diberitahu mengenai sifat Tuhan yang keras dan bisa menghukum, anak-anak bisa memiliki konsep negatif tentang Tuhan. Pengenalan akan Tuhan dapat dimulai sejak bayi. Seorang psikolog mengatakan pengalaman berperan dalam membantuk kepribadian anak. Pengalaman anak ini bisa diperoleh lewat apa saja. Pertama-tama pengalaman ini diperolehnya melalui pendengaran. Apa yang didengar akan terekam dan bila tiba waktunya, anak akan bertanya. Berdasarkan perkembangan psikologi anak, orangtua sebaiknya sering mengucapkn kata-kata yang baik meskipun bagi si anak belum tentu punya arti. Misalnya mengucap doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, ketika akan bepergian, dan sebagainya. Makin banyak perkataan baik yang didengar seorang anak maka makin luas cakrawala berpikir baik yang dimiliki anak.




Pertanyaan anak tentang Tuhan tentu cukup membingungkan orangtua untuk menjawabnya. Terlebih bila pertanyaan itu berasal dari anak yang lebih besar yang sudah menuntut penjelasan logis dan meminta bukti. Pada anak balita, keingintahuan itu belum membutuhkan penjelasan serius karena mereka belum mampu berpikir secara abstrak. Mereka hanya minta pertanyaannya ditanggapi. Sehingga bila mereka bertanya tentang keberadaan Tuhan, orangtua bisa menjawabnya dengan mengatakan karena Tuhan itu sangat sempurna, maka tidak ada contohnya. Orangtua lalu bisa menunjukkan keberadaan Tuhan dengan menunjukkan karya Tuhan, seperti tanaman, binatang, manusia, batu, awan, langit dan sebagainya. Di sini orangtua dapat menekankan sifat baik dari Tuhan, supaya anak punya konsep positif tentang Tuhan. Sebaliknya bila sejak dini anak sudah diberitahu mengenai sifat Tuhan yang keras dan bisa menghukum, anak-anak bisa memiliki konsep negatif tentang Tuhan. Pengenalan akan Tuhan dapat dimulai sejak bayi. Seorang psikolog mengatakan pengalaman berperan dalam membantuk kepribadian anak. Pengalaman anak ini bisa diperoleh lewat apa saja. Pertama-tama pengalaman ini diperolehnya melalui pendengaran. Apa yang didengar akan terekam dan bila tiba waktunya, anak akan bertanya. Berdasarkan perkembangan psikologi anak, orangtua sebaiknya sering mengucapkn kata-kata yang baik meskipun bagi si anak belum tentu punya arti. Misalnya mengucap doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, ketika akan bepergian, dan sebagainya. Makin banyak perkataan baik yang didengar seorang anak maka makin luas cakrawala berpikir baik yang dimiliki anak.

Mendisiplinkan anak, mulai dari orangtua




Ada hal penting yang harus diketahui orangtua supaya efektif dalam menerapkan disiplin pada anak, yakni orangtua harus belajar mengendalikan marah, memecahkan masalah pada suatu situasi tertentu dan mendapatkan dukungan dari anggota keluarga yang lainnya.
Banyak orangtua tidak tahu apa yang harus diperbuat ketika anak mulai melanggar aturan yang telah ditetapkan bersama dalam keluarga. Yang terjadi kemudian adalah reaksi emosional yang akhirnya menimbulkan rasa bersalah orangtuanya.
Tuntutan orangtua untuk disiplin sebelum menerapkan disiplin pada anak merupakan kesimpulan dari serangkaian penelitian psikologi anak. Orangtua akan menjadi seorang penerap disiplin yang paling tidak meyakinkan ketika menerapkan sesuatu yang tidak diyakini kebenarannya.
Pendekatan yang bisa digunakan orangtua adalah mengkombinasi cinta dengan batasan-batasan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan orangtua, termasuk mereka yang mendapat pendidikan dengan disiplin amat keras ketika muda, bisa mengatasi berbagai masalah mengenai disiplin pada anak-anaknya.
Penerapan disiplin yang efektif membutuhkan orangtua yang sensitif terhadap kebutuhan anak-anaknya. Anak akan menerima disiplin yang diterapkan dalam keluarga bila merasa dicintai dan dibutuhkan. Pujian dan cinta saja tidak cukup. Orangtua yang terlalu longgar dan membolehkan anaknya berbuat apa saja tidak mendukung pengembangan kemampuan anak dalam pengendalian diri.
Masalah tingkah laku anak harus ditangani sedini mungkin. Menunggu sampai menjelang anak-anak memasuki usia remaja hanya mengurangi kemungkinan untuk berhasil dan meningkatkan resiko terjadinya pelanggaran terhadap aturan keluarga serta problem lainnya.
Memukul bukan hanya tidak efektif untuk menerapkan disiplin tetapi juga bisa melukai harga diri anak dan merugikan hubungan anak-orangtua.
Pengaruh penerapan disiplin yang kelewat keras atau amat longgar untuk anak sama buruknya. Sikap orangtua yang cenderung membolehkan anak melakukan apa saja menyebabkan anak kehilangan rasa percaya diri. Disiplin yang terlalu ketat, seperti pemaksaan untuk patuh bahkan terhadap hal-hal yang remeh, bisa membuat anak memberontak. Reaksi lain adalah kebalikannya yaitu anak menjadi terlalu patuh dan tidak memiliki inisiatif sendiri. Penerapan disiplin harus konsisten serta dibarengi dengan rasa cinta.
Ketika anak – anak melakukan sesuatu yng tidak sesuai dengan aturan keluarga, teguran harus segera disampaikan dengan tegas dalam nada suara netral tanpa berteriak atau memohon dan harus singkat.
Beberapa orang tua terpaksa meninggalkan anak sendirian di rumah. Hal ini sering terjadi kota-kota besar terutama bagi ke dua orang tua yang memiliki pekerjaan. Demi alasan ekonomi, orangtua dengan rasa berat terpaksa meninggalkan anak tanpa pengawasan orang dewasa di rumah?

meski jumlahnya tak banyak, beberapa orangtua di kota-kota besar diketahui terpaksa melakukan hal seperti itu. itu sebabnya, muncul tempat-tempat penitipan anak. lebih dari itu, di negara tertentu sudah ada hukum yang mengatur usia minimal anak yang bisa ditinggalkan di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
1. persiapan
sulit menentukan berapa usia minimal anak bisa ditinggalkan di rumah sendirian. untuk ukuran kota besar, barangkali usia kelas satu SMP bisa dipakai sebagai pegangan. anak usia 12 atau 13 tahun diasumsikan sudah mempunyai nalar yang cukup untuk menjaga keselamatan mereka serta juga bisa diharapkan untuk mandiri. semakin muda usia anak, sebenarnya semakin besar buat anak ditinggal orangtuanya sebab secara alamiah banyak anak kecil mempunyai banyak ketakutan yang irasional. banyak anak yang takut pada monster, pada hantu, sementara anak yang lain takut pada orang jahat. anak-anak atau remaja umumnya lebih merasa aman setelah ayah-ibunya kembali.
di sisi lain, kalau anak terus dibiarkan sendirian, ada dampak kehilangan yang bisa terjadi. yang paling mungkin adalah kehilangan teman ngobrol serta ketiadaan umpan balik dari orang yang lebih dewasa. pada ana tunggal, kemungkinan mengalami rasa kesepian makin besar. dampaknya bisa membuat mereka menjadi orang yang sangat membutuhkan orang lain sehingga tampak ingin selalu menarik perhatian. atau sebaliknya, anak merasa tak lagi membutuhkan orang lain dan justru merasa terganggu kalau ada orang lain karena mau tidak mau harus selalu toleran.
2. jangan merasa bersalah
kalaupun terpaksa harus meninggalkan anak di rumah, orangtua untuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal. masalah keselamatan merupakan prioritas yang tidak boleh diabaikan. catat nomor-nomor telepon penting yang bisa dihubungi jika memerlukan bantuan. peringatkan, apa-apa saja yang sebaiknya tidak boleh dilakukan seperti menyalakan kompor, mengutak-atik listrik, dan hal lain yang potensial berbahaya.
selama anak ditinggalkan, orangtua sebaiknya juga menyiapkan sejumlah konstruktif agar anak terus menyibukkan diri sehingga dia tidak merasa sepi. yang paling mudah adalah memberikan pekerjaan rumah serta meminta anak untuk mengerjakan tugas sehari-hari.


Ketahui apa yang perlu dilakukan
Saya pernah mendengar bagaimana orang Jepang mewariskan cerita tentang bencana tsunami secara turun-menurun pada anak-anaknya. Pelatihan mengenai bencana juga kerap dilakukan di sekolah dan kantor. Kita bisa meniru kesiapan mereka dengan cara-cara berikut ini.



- Membuka diskusi tentang bencana dengan anak
Ceritakan pada anak tentang tanah yang bergoyang karena gempa, atau ombak yang menggulung tinggi saat terjadi tsunami. Ceritakan juga bahwa binatang sangat peka dan bisa merasakan bencana alam sebelum terjadi. Ada kemungkinan cerita tentang bencana dapat membuat anak merasa tidak nyaman atau bahkan takut. Maka, gunakanlah cara yang menyenangkan dan mudah diingat anak seperti lewat dongeng atau role play. Tak hanya itu, dengan buku cerita bergambar atau bermain, kita bisa menjelaskan pada anak apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

- Ajak anak mengenal situasi di sekitar rumah dan sekolah
Saat menyusun jalur evakuasi di dalam rumah, anak perlu mengenali dengan baik kondisi rumah. Mengenali lingkungan sekitar juga penting sehingga saat terjadi bencana, anak dapat lebih waspada dan tahu bagaimana bertindak. Ajak anak-anak berjalan di sekitar rumah untuk tahu di mana ada bangunan, tiang listrik, saluran got, pohon-pohon tinggi, atau sungai, serta bagaimana kontur wilayah sekitar.

- Safety steps
Mommies mungkin pernah melihat tayangan iklan kesiapan bencana di televisi? Langkah-langkah keselamatan juga penting untuk diajarkan pada anak, terutama jika ia sedang berada di sekolah atau tempat umum ketika bencana terjadi. Ajak anak untuk mengingat dan berlatih langkah-langkah ini secara teratur. Seperti halnya menceritakan bencana pada anak, safety stepsjuga dapat dikenalkan lewat cara menyenangkan seperti dengan komik, games, atau coloring book.

Safety steps saat terjadi gempa, kebakaran, dan banjir dapat diajarkan pada anak dengan cara yang simpel. Simak apa saja safety steps tersebut pada artikel Keluarga Siaga Bencana berikutnya, ya, Mommies!




Keluarga Siaga merupakan gambaran masyarakat kecil yang sadar dan mau serta mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan, bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi yang ada di dalam lingkungan keluarga.

Pengembangan Keluarga Siaga mencakup upaya untuk lebih mendekatkan anggota keluarga terhadap kesiapan sumberdaya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah- masalah kesehatan, bencana dan kecelakan, secara mandiri.

Keluarga Siaga


Keluarga Siaga


Upaya Keluarga Siaga untuk menciptakan Lingkungan Sehat bebas polusi, tersedia air bersih, sanitasi lingkungan memadai, perumahan pemukiman sehat, yaitu :
  • Terpeliharanya kebersihan lingkungan rumah : lantai rumah bersih, sampah tak berserakan, saluran pembuangan air limbah terawat baik
  • Membuka jendela setiap hari.
  • Memiliki kecukupan akses air bersih (untuk minum, masak, mandi dan cuci) dan sanitasi dasar.

Upaya Keluarga Siaga terhadap Kesiapsiagaan bencana dan Kegawatdaruratan dalam menghadapai situasi kedaruratan (misal bencana)
  • Anggota keluarga sudah dipersiapkan apabila terjadi situasi darurat maka : mereka tahu harus berbuat apa, mereka tahu tempat untuk mencari maupun memberi informasi kemana.
  • Anggota keluarga diharapkan memperhatikan gejala alam pada lingkungan setempat mampu mengenali tanda akan timbulnya bencana dan selanjutnya melakukan kegiatan tanggap darurat. Informasi mengenai tanda tanda bahaya tersebut berasal dari sumber yang bisa dipercaya, misalnya dari perangkat kelurahan ( yang memperolehnya dari kecamatan ), berita resmi di TV , Radio atau telepon dari Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota. Penyebaran informasi mengikuti tatacara setempat, misalnya menggunakan kentongan, pengeras suara dari musholla atau dari mulut ke mulut